Ada sarang tawon dirumah

Tawon… kira – kira apa yang terlintas dalam pikiran kita kalau mendengar hewan tersebut? Mungkin akan beragam jawabnya. Namun bagi saya ketika mendengar hewan tersebut yang pasti, sengatan dan ngeri, intinya ngga maulah deket – deket dengan hewan itu.

Nah…kebetulan dirumah saya ternyata ada sarang tawon yang ukuranya cukup besar, kurang lebih sebesar dua buah bola sepakbola. Entah mengapa kami penghuni rumah ngga ada yang mengetahui adanya sarang tawon dari awal, justru tetangga yang memberitahukanya. Posisi rumah tawon itu dibagian luar rumah, menempel di atap bagian samping luar dan ketika kami mengatahui ternyata sudah besar dan cukup mengerikan. Satu hal yang terlintas ketika mengetahui ada sarang tawon dirumah adalah bagaimana caranya untuk menyingkirkan sarang tawon itu. Karena di sekitar rumah terdapat banyak anak kecil, apalagi jagoan kecilku si Rama ini sedang aktif – aktifnya bermain di luar rumah. Sehingga akan sangat berbahaya kalau tiba – tiba ada tawon yang menyerang anak – anak.

Beberapa hari memikirkan hal itu, hal pertama yang kami lakukan adalah bertanya kepada teman – teman barangkali tahu orang yang bisa dan biasa menyingkirkan sarang tawon. Beberapa teman mengatakan tidak tahu dan akhirnya kami pun membiarkan sarang tawon itu dalam beberapa hari karena belum menemukan solusi. Read more of this post

Mengapa USBN ???

Belakangan, di dunia pendidikan sedang ramai dibicarakan tentang persiapan ujian nasional serta ada ujian baru yang bernama USBN. Hal ini menjadi perhatian sekaligus bahan pertanyaan kenapa ada USBN? Padahal belum lupa dari ingatan kita beberapa bulan yang lalu, sangat santer sekali wacana moratorium ujian nasional. Namun yang terjadi apa? Ya… ujian nasional tidak jadi di moratorium, justru malah memunculkan kebijakan yang agak berbeda dan cenderung baru.

Tahun ini ujian nasional akan tetap dilakukan, dan ada istilah baru lagi yaitu ada USBN.

Apa itu USBN?

USBN itu adalah ujian sekolah berbasis nasional. Sesuatu yang terkesan baru namun sebenarnya ini adalah nama lain untuk ujian sekolah yang pada tahun – tahun sebelumnya dilaksanakan. Petanyaanya kenapa kok jadi USBN?

Kira – kira begini, melihat dari hasil perolehan nilai dan membandingkan antara nilai ujian sekolah dan ujian nasional pada tahun – tahun sebelumnya, terjadi ketimpangan yang sangat mencolok. Apa yang timpang?? Yang timpang adalah nilai sekolah yang begitu tinggi diperoleh hampir sebagian besar peserta didik kalau tidak mau menyebut semuanya, namun ketika ujian nasional dilaksanakan nilainya sanat rendah. Read more of this post

Kisi – Kisi USBN SMA 2017

hai…halo kawan – kawan, sebentar lagi tepatnya hari rabu 15 maret 2017 akan dimulai rangkaian ujian sekolah dan ujian sekolah berstandar nasional ( USBN ). Mengapa ada USBN, suatu saat akan saya posting kenapa mesti ada USBN yang dahulu adalah bagian dari ujian sekolah. sebelum membahas kenapa kok muncul istilah USBN, pada tulisan kali ini saya akan membagikan kisi – kisi USBN yang sudah dikeluarkan oleh kemendikbud.go.id. Kisi – kisi USBN pun di bagi menjadi dua macam yaitu untuk kurikulum 2006 dan kurikulum 2013. Berikut ini kisi – kisi nya untuk USBN SMA :

Kisi – kisi USBN SMA Kurikulum 2006

PKn klik di sini

Sejarah umum klik di sini

Biologi klik di sini

Fisika klik di sini

Kimia klik di sini

Ekonomi klik di sini

Geografi klik di sini

Sosiologi klik di sini

Bahasa dan sastra Indonesia klik di sini

Antropologi klik di sini

Bahasa jepang klik di sini

 

Kisi – Kisi USBN SMA Kurikulum 2013

PKn klik di sini

Sejarah Umum klik di sini

Biologi klik di sini

Fisika klik di sini

Kimia klik di sini

Ekonomi klik di sini

Geografi klik di sini

Sosiologi klik di sini

Bahasa dan sastra Indonesia klik di sini

Antropologi klik di sini

Bahasa Jepang klik di sini

untuk mata pelajaran yang lain bisa cari di website kemdikbud.go.id

 

Pengalaman bayar pajak motor

Setelah sekian lama ndak update blog, kali ini mau nulis cerita ringan saja. Ya….pengalaman membayar pajak kendaraan bermotor.

Kenapa kok perlu saya tuliskan???

Karena yang pertama, hampir setiap orang setidaknya setiap keluarga saat ini setidaknya telah mempunyai motor sebagai kendaraan pribadi. Hampir setiap rumah tidak hanya di kota, didesa pun saat ini juga hampir sebagian besar kalau tidak mengatakan semuanya, sudah mempunyai motor. Nah… konseskuensi dari mempunyai motor bisa buat gaya – gayaan dan memerlukan bahan bakar untuk motor, setiap tahun juga ada kewajiban untuk membayar pajak.

Saya pribadi termasuk pengguna motor yang sebenarnya ndak terlalu taat untuk bayar pajak, soalnya hampir setiap tahun tak pernah membayar pajat tanpa dikenai denda. Artinya…setiap tahun pasti telat membayar pajak. Nah ini jangan dicontoh. Hehehe Read more of this post

Kisi – Kisi PLPG Sosiologi 2016

Proses sertifikasi guru tahun 2016 agak berbeda dengan proses sertifikasi tahun – tahun sebelumnya. hal ini dikarenakan ada pembatasan kuota yang diberikan untuk program sertifikasi guru tahun 2016. Seperti informasi yang sudah beredar, bahwa tidak semua guru yang berada di atas batas tuntas nilai UKG bisa ikut. Untuk mengetahui apakah menjadi peserta PLPG 2016 atau belum, bisa dilihat pada web sergur.kemdiknas.go.id. Nah bagi yang kebetulan bisa menjadi peserta sertifikasi jalur PLPG 2016, persiapkan diri sebaik mungkin. Karena untuk tahun ini nilai minimal untuk bisa lolos sertifikasi adalah 80. Nilai yang bagi kebanyakan orang dianggap terlalu tinggi. Namun, apa boleh buat kebijakan tetaplah kebijakan dan harus diikuti. maka dari itu persiapkan dengan baik dengan cara pelajari kisi – kisi untuk PLPG 2016. Bagi anda yang ikut PLPG mata pelajaran sosiologi, berikut saya lampirkan kisi – kisi nya. Selamat belajar, buktikan bahwa program sertifikasi ini memang untuk meningkatkan kualitas kita sebagai guru. Salam bahagia…

Kisi – Kisi Sosiologi

Membangun Generasi Emas Tanpa Narkoba ( Materi PLS )

“Jika kalian ingin merusak sebuah bangsa, maka rusaklah generasi mudanya”. Demikian ucapan yang disampaikan oleh seorang tokoh. Sangatlah tepat sepertinya ucapan itu, karena generasi muda adalah generasi yang akan memimpin bangsa. Jika generasi muda rusak, maka bangsa ini akan dipimpin oleh generasi rusak, yang akhirnya juga akan merusak bangsanya.

Salah satu hal yang seringkali merusak generasi muda bangsa Indonesia adalah penyalahgunaan narkoba. Penyalahgunaan narkoba merupakan kejahatan yang sangat berbahaya. Pemerintah Indonesia bahkan menyebutkan bahwa penyalahgunaan narkoba dianggap sebagai “exstra ordinary crime” ( kejahatan luar biasa ) bersama korupsi dan terorisme. Penyalahgunaan Narkoba di Indonesia semakin hari semakin meningkat. Berdasarkan data dari BNN pada November 2015, jumlah pengguna narkoba di Indonesia sebanyak 5,6 juta jiwa, dan yang lebih mencengangkan adalah 5 % dari jumlah pengguna narkoba adalah pelajar. Hal ini sangat memperihatinkan, karena pelajar sejatinya adalah generasi penerus bangsa yang akan menjadi pilar kemajuan sebuah bangsa.

Apa sebenarnya narkoba itu?

Narkoba merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, dan bahan ( zat ) aditif lainya. Narkotika sendiri adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan. Yang termasuk jenis Narkotika antara lain ganja, opium, kokain, morfein dll. Sementara psikotropika merupakan zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku. Zat yang termasuk psikotropika antara lain: Ekstasi, Shabu-shabu, dsb. Bahan Adiktif berbahaya lainnya adalah bahan-bahan alamiah, semi sintetis maupun sintetis yang dapat dipakai sebagai pengganti morfina atau kokaina yang dapat mengganggu sistim syaraf pusat, seperti: minuman keras beralkohol dll. Read more of this post

Sebulan Kemustahilan

Oleh *KURNIA JR*
6 Juni 2016

Ketika agama sudah jadi sekadar kegiatan budaya, maka hasilnya adalah festival. Peribadatan jadi perayaan, doa jadi nyanyian. Di sana ada keramaian, kemeriahan, bunyi-bunyian, tarian, sajian kuliner, pameran busana dan aksesori, serta simbol-simbol warna dan benda.

Menjauhi keriuhan festival, spiritualitas justru menarik diri, melejit bagai kucing kecil yang terperanjat dan bersembunyi di sudut sunyi karena hakikat spiritualitas adalah personal dan individual. Manusia yang larut dalam pesta biasanya tidak sempat ingat soal kucing, apalagi yang terbirit-birit ke balik dinding.

Kendatipun ada kucing besar yang berani lewat, ia akan berlalu dengan acuh tak acuh, sama sekali tak menoleh takjub menyaksikan ulah kerumunan manusia yang lupa akan kepompong jiwanya. Minimal si kucing hanya menyantap makanan yang tercecer sejangkauan cakarnya dan sekapasitas perutnya. Sesudah itu, dia kembali ke kesunyian eksistensinya selaku entitas fitri yang tidak berprasangka, berencana, atau berangan-angan. Read more of this post