Oleh-oleh MGMP Sosiologi

Selasa 15 November 2011 di SMA N 1 Kendal diadakan MGMP Sosiologi SMA RSBI se Eks Karisedenan Semarang dengan mengundang pembicara Moh. Yasir Alimi, M.A, Ph.D, beliau merupakan Dosen Sosiologi UNNES lulusan Universitas di Inggris dan Australia. Tema yang dibicarakan adalah strategi penyampaian pembelajaran materi sosiologi tentang Perubahan sosial dan Globalisasi, dimana materi tersebut diajarkan di SMA pada materi sosiologi kelas XII IPS.

Tema Perubahan sosial dan Globalisasi ini sengaja diangkat karena memang sebagai tantangan masyarakat dewasa ini adalah menghadapi perubahan sosial dan termasuk didalamnya adlah globalisasi. Guru sebagai fasilitator dalam penyampai materi kepada anak didik terkadang kesulitan atau tepatnya kurang begitu mengeksplor cara dan strategi dalam menyampaikan materi tersebut agar tepat dan dapat diterima anak didik dengan baik. Menurut Moh Yasir Alimi, M.A, Ph.D untuk dapat menyampaikan materi sosiologi dengan menarik adalah dengan “seeing sociology” melihat realitas terlebih dahulu dengan media gambar. Ketika sebagai guru terlebih dahulu menyajikan gambar – gambar yang terkait dengan materi agar bisa merangsang otak anak didik untuk bisa membayangkan materi yang akan disampaikan. Kenapa didahului dengan gambar??? adalah agar sosiologi terlihat menarik dan terlihat kongkrit (nyata) karena menurut survey di Amerika, “Sosiologi diantara subjek yang paling membosankan karena terlalu abstrak, banyak konsep, tidak berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, terlalu banyak esai, terlalu banyak yang dipelajari”.

Dari hal itu butuh suatu inovasi agar sosiologi menjadi menarik. Ketika biasanya sosiologi disampaikan dengan metode lama seperti Lectures (ceramah), Discussion (Diskusi), Occasional testing (test berkala), maka dibutuhkan metode lain (alternatif). Nah menurut Moh. Yasir metode alternative yang bisa dilakukan adalah Quiz pendek sering Immediate feedback, Tutorial individual, Kasus (Case), Studi Kasus (Case Study). Penggunaan gambar, video, dan media lain menjadi sangat dibutuhkan untuk mendorong minat siswa dalam mempelajari sosiologi.

Menyampaikan materi Perubahan sosial dan Globalisasi dengan menarik memang menjadi suatu hal yang seharusnya dilakukan, terkait dengan pentingnya materi tersebut dalam kehidupan sehari – hari. Gurupun seharusnya mempunyai paradigm tersendiri dalam menyampaikan Perubahan sosial dan Globalisasi. Kita tahu bahwa perubahan sosial sekarang sedang dan sudah terjadi, ketika teknologi merubah kehidupan sosial, ketika nilai – nilai lama sudah diganti dengan nilai – nilai baru. Ini harus benar-benar disadari oleh guru dalam menyampaikan kepada siswa. Ketika siswa sekarang sudah hidup dengan sosial network macam facebook dan twitter maka gurupun seharusnya tahu dan kalau bisa mampu menyeimbangi dengan memiliki social network tersebut dan kemudian memberi penjelasan, pencerahan, pengarahan bagaimana menggunakan social network secara bijak. Ketika guru tidak tahu dengan hal itu, maka mustahil guru bisa memberi pengarahan.

Begitu juga dengan proses globalisasi. Guru harus bisa menjelaskan bagaimana globalisasi itu terjadi dengan berbagai dampak yang ditimbulkan. Ketika kemudian dalam globalisasi muncul istilah seperti urbanisasi, modernisasi, mc donaldisasi, dll gurupun harus mampu menjelaskan dengan masuk akal. Globalisasi yang banyak orang mengaguminya dan seakan – akan menjadi sesuatu yang diagung-agungkan, maka pada saat itulah guru harus menjadi counter opinion yang mampu menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dengan globalisasi. Globalisasi selain dengan dampak baik, namun juga banyak dampak buruknya dimana arus budaya local menjadi hilang dengan budaya global, kearifan local disingkirkan atas nama budaya global, hal yang berbau barat dianggap standar baik, atau ada proses hegemoni budaya disana. Inilah yang harus di cegah dengan memberi penjelasan penyeimbang. Karena sejatinya memang Globalisasi menjadi grand desain yang dilakukan oleh barat dan kaum kapitalis guna memuluskan usahanya membentuk dunia yang satu tanpa ada sekat. Tujuanya apa??? ya lagi-lagi adalah kepentingan para pemilik modal untuk memasarkan barangnya. Kampanye “free trade” menjadi makin massif atas nama globalisasi. Yang diuntungkan adalah Negara kapitalis dan Negara dunia ketiga yang tidak siap akan tambah hancur.

Maka dari itumenurut Moh. Yasir Alimi perlu penjelasan dengan perspektif yang lebih kritis dalam menjelaskan perubahan sosial dan globalisasi. Guru harus mampu memberi gambaran nyata tentang perubahan sosial yang terjadi serta globalisasi yang makin terbuka, tujuanya agar siswa mampu melihat sisi-sisi baik sekaligus sisi gelapnya. Agar siswa menjadi berdaya dan tidak menjadi budak dari arus peruabahan dan globalisasi.

Akhirnya saya sampaikan terika kasih kepada Moh. Yasir Alimi, M.A, Ph.D yang telah berkenan menjadi pembicara. Banyak hal yang bisa saya dapat dari hasil diskusi dengan beliau.

About sosmalik
Asli orang "purba", Purbalingga maksudnya. Sekarang mengajar sosiologi di SMANIK...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s