Iwank in Memoriam

Semua yang hidup pasti akan mengalami kematian. Itulah kalimat yang menjadi pedoman semua makhluk yang hidup di dunia ini.
Kalimat di atas menjadi pembuka cerita kali ini. Ya…tepat jam 23.30 hari minggu 18 Desember 2011, aku mendapatkan sebuah berita lewat sms dan BBM dari teman bahwa sahabatku Irwanda Hendri Pratama atau Iwank biasanya kupanggil sudah meninggalkan dunia ini. Kaget, nggak percaya, dan sedih sekejap muncul dihatiku Ya…iwank kawan, sahabat dari SMP dan SMA bahkan dua tahun kami satu kelas telah mendahuluiku dan kita semua setelah mengalami kecelakaan.
Sedikit kuceritakan tetang kawanku ini. Iwank, sosok manusia pendiam, tidak banyak bertingkah, dan berperilaku baik. Kukenal iwank dari SMP yaitu di SMP 1 Purbalingga, namun pada saat itu hanya sekedar tahu dan kenal namun belum terlalu dekat. Kemudian kita ketemu lagi di SMA 1 Purbalingga, kebetulan kita satu kelas, dari situlah kita mulai berteman dan menjadi kawan baik. Iwank yang pendiam awalnya berubah menjadi iwank yang lebih ceria. Itu adalah kesan dan kenangan yang sampai sekarang tak dapat lupa. Betapa tidak, sosok yang diam bahkan amat pendiam waktu SMP kemudian kita bersahabat menlihat dengan mata sendiri perubahan dalam diri Iwank menjadi lebih ceria. Iwank yang introvet mulai menjadi iwank yang terbuka, senang becanda. Ini adalah momen yang akan selalu membuatku tertawa senang. Kami kemudian selalu membicarakan suatu hal yang membuat kita tertawa setiap bertemu.
Ada banyak cerita tentang iwank, terutama saat pertemanan kami di SMA. Kami satu kelas menjadi kawan yang mengasikkan. Mulai dari kejahilan di kelas sampai aksi konyol pada saat study tour di Bali waktu SMA sungguh mengangenkan. Mungkin sampai sekarang iwank masih menyimpan foto konyolku waktu di bali, dan itu yang tahu hanya aku dan iwank saja. Masih banyak lagi cerita tentang iwank. Namun kendati iwank berubah dari amat pendian, introfet menjadi lebih ceria dan terbuka, iwank tetap menjadi sosok yang baik dan pandai.
Persahabatan kami terus berlangsung sampai kita lulus SMA, namun setelah itu kami sudah mulai jarang bertemu karena kita sudah memilih perguruan tinggi masing-masing yang jaraknya jauh. Namun persahabatn kami tetap terjaga sampai saat ini. Iwank yang kuliah di Kedokteran pada saat masih kuliah sering sekali saya repotkan dengan pertanyaan – pertanyaan soal kesehatan. Saya sering kali bertanya lewat sms maupun telfon obat untuk sakit gigi, sakit, panas, dll ketika aku sakit, iwank pun selalu menjawab dengan tepat selayaknya dokter. Sampai beberapa waktu terakhir aku dan iwank sudah mulai jarang kontak-kontakan karena kami mulai sibuk dengan aktivitas masing-masing. Lama tak mengetahui kabarnya, tiba –tiba kabar terakhir justru aku dapati iwank sudah tidak ada di dunia ini lagi. Iwank sudah dipanggil Tuhan. Iwank sudah meninggalkanku, kawan-kawan, dan kita semua. Tak kuasa aku mengetahui kabar itu. Lebih menyedihkan lagi, aku tak bisa melihatnya terakhir kali atau sekedar takziyah sebelum di semayamkan. Hanya doa yang bisa kuberikan untuk mu kawan.
Apa boleh dikata, kini sahabat, kawan, sudaraku Iwank sudah tiada. Namun cerita tentangmu dan kenangan persahabatan tetap akan ada untuk dikenang. Kau manusia baik kawan, Tuhan mungkin sayang padamu karena engkau baik, dan Tuhan mungkin ingin cepat bertemu denganmu sebelum kau terpengaruh keburukan dunia, sehingga kau di Panggil lebih dulu. Semoga tempat baik menantimu di sisi Tuhan, Allah SWT. Amin…

About sosmalik
Asli orang "purba", Purbalingga maksudnya. Sekarang mengajar sosiologi di SMANIK...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s