Analisa Final Chamipon League 2012

Liga terbaik di benua eropa yaitu Liga Champion telah memasuki babak akhir. Laga pamungkas liga champion mempertemukan Bayer Munchen melawan Chelsea. Dua klub ini mampu menjadi yang terbaik di liga champion setelah mengalahkan lawan – lawannya yang terbilang tangguh. Bayern Munchen berhasil mengalahkan Real Madrid di semifinal, sementara Chelsea menundukan Barcelona. Kedua klub yang akan berlaga di final liga champion nanti malam sebenarnya memang tidak banyak dijagokan untuk tampil di final. Hampir sebagian besar memprediksi el classico antara Real Madrid vs Barcelona akan bertemu di final, namun prediksi itu sudah terpatahkan. Kini kita akan melihat dua klub dengan karakter berbeda akan tampil di final. The bavarian julukan Munchen pasti akan mengandalkan kedua sayap yang punya kecepatan dan skill yang tangguh seperti Ribery dan Roben. Kecepatan sektor sayap ini akan menjadi kekuatan yang sangat diandalkan dan akan menjadi roh serangan Munchen. Di sisi lain kekuatan keseimbangan Lampard dan Juan Mata akan menjadi andalan Chelsea. Ini akan mejadi pertarungan yang menarik di lini tengah dimana Munchen akan mengambil sektor sayap dan Chelsea akan menjaga keseimbangan di sektor tengah.

Pada laga final kali ini juga saya melihat akan menyuguhkan pertarungan sepakbola menyerang ala Der Panzer Jerman melawan Catenacio ala Italia. Munchen dengan materi pemain timnas Jerman seperti Bastian Swanstiager, Thomas Muller, serta striker Mario Gomez yang punya tipikal fighter dikolaborasikan dengan speed dan skill Ribery dan Roben pastinya akan mengambil penyerangan yang lebih intens. Sementara Chelsea yang ditukangi pelatih asal Italia Roberto Dimatteo akan mengandalkan pola pertahanan grendel ala Italia yang telah sukses dilakukan pada saat mengalahkan Barcelona di semifinal.

Munchen akan berusaha mencetak gol terlebih dahulu dengan pola penyerangan yang dilakukan sejak awal. Jika ini bisa dilakukan maka kemungkinan besar Munchen akan bisa menjadi juara. Namun jika Munchen gagal membongkar pertahanan grendel sampai pada menit 75, maka Chelsea akan memberi kejutan dengan pola serangan balik yang cepat dengan mengandalkan kecepatan seorang Torres. Nah jika pertendingan sampai berakhir imbang dan dilakukan adu tendangan pinalti, maka prediksi akan semakin membingingungkan. Kedua kiper sama – sama tangguh, Manuel Nuer di Munchen dan Petr Cech di chelsea sama – sama punya kualitas yang mumpuni untuk adu tendangan pinalti. Namun dengan pengalaman Nuer yang pernah terlibat dalam adu pinalti pada saat semifinal melawan Real Madrid, pasti punya mental kepercayaan diri yang lebih dibanding Cech. Disamping hal di atas, perhelatan final Liga Champion kali ini berlangsung di Alianz arena yang notabenya sebagai kandang Bayern Munchen, faktor bermain di kandang sendiri dan dan pastinya akan jauh lebih banyak suporter Munchen yang datang di bandingkan suporter Chelsea, ini akan memberi motivasi yang lebih yang akan membuat Munchen sedikit lebih unggul. Saya memprediksi Munchen akan unggul dalam laga final kali ini.

Akhirnya waktulah yang akan membuktikan. Malam nanti kita akan saksikan apakah sepakbola menyerang ala Jerman akan mampu merobohkan tembok besar bernama catenacio ala Italia. Atau justru tembok besar ini akan memberikan serangan kejutan untuk melumpuhkan rudah – rudal Jerman. Mari kita saksikan bersama malam ini. Sekian…

About sosmalik
Asli orang "purba", Purbalingga maksudnya. Sekarang mengajar sosiologi di SMANIK...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s