Hardiknas: sebuah refleksi

282dinamika_pendidikan_400HARDIKNAS ya hari pendidikan nasional yang saat ini dirayakan tanggal 2 Mei adalah hari yng penting dalam ddunia pendidikan. Bukan hanya sebagi simbol, namun sebagai bentuk penghargaan bangsa ini kepada tokoh pendidikan nasional kita yaitu Ki Hajar Dewantara. Peringatan hari pendidikan nasional ini sebagai bnetuk mengenag jasa – jasa Ki Hajar Dewantara yang telah menumbuhkan pendidikan di negeri ini. Seperti yang kita ketahui bahwa pendidikan adalah kunci dari kemajuan suatu bangsa. Jika suatu bangsa ingin maju maka majukanlah pendidikannya. Selain itu mendidikan juga menjadi soko guru karakter bangsa. Karakter bangsa akan tumbuh dengan pendidikan yang benar dan baik. Namun sudahkan bangsa ini serius memperhatikan pendidikan?

Pertanyaan di atas memang manuai perdebatan, karena sebagian bilang pendidikan kita sudah maju. Namun sebagian justru mengatakan bahwa pendidikan kita semakin merosot. Nah anda berpihak kemana? Itu tidak terlalu penting, yang terpenting mari kita  uraikan sendiri kondisi pendidikan di negeri ini.

Amanat UUD 1945 jelas mengatakan bahwa salah satu tujuan dari Negara Republik Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal itu menunjukan bahwa Negara harus menjamin bahwa pendidikan itu berlaku bagi seluruh takyat Indonesia, bahwa seluruh masyarakat Indonesia berhak dan bahkan wajib di jamin oleh Negara untuk mendapatkan pendidikan yang layak tanpa pandang bulu. Apakah hal paling mendasar itu sudah terlaksana? Nyatanya belum. Pendidikan masih diskriminatif, pendidikan belum bias dirasakan oleh seluruh anak bangsa. Yang ada justru pendidikan semakin susah dijangkau oleh sebagian anak Indonesia. Komersialisasi pendidikan lah yang justru berkembang. Pendidikan semakin mahal, pendidikan semakin transaksional, artinya pendidikan justru lebih memihak kepada orang kaya bukan orang miskin. Kita bias lihat betapa mahalnya masuk kuliah di negeri ini, jangankan kulian untuk masuk TK atau play group saja harus mengeluarkan uang jutaan rupiah. Ini jelas sangat memberatkan masyarakat miskin yang tidak punya banyak biaya untuk membayar sekolah. Jangankan untuk bayar sekolah, makan saja susah. Akhirnya lingkaran setan pun terbentuk: kemiskinan – akses pendidikan yang sudah – kemiskinan semakin kekal.

Permasalahan yang paling actual diantara permasalahan pendidikan yang super banyak ialah UN. Beberapa minggu sebelum Hardiknas ini justru kita disuguhkan dengan carut – marutnya pelaksanaan Ujian nasional. Ujian nasional dianggap gagal, soal belum jadi dicetak, tertukarnya soal antar daerah, keterlambatan distribusi, kualitas kertas LJK yang rendah, praktek bocoran yang meraja lela dll. Ini sungguh sangat memukul dunia pendidikan, terlebih biaya untuk UN sangatlah besar sehingga pantaslah perlu dihujat pelaksanaan UN yang carut-marut ini. Padahal sudah lama pelaksanaan UN ini digugat. Selain memicu ketegangan psikologis siswa, UN juga telah mengambil alih peran guru yang sesungguhnya lebih paham anak didiknya. Kelulusan ditentukan hanya beberapa hari, padahal proses belajarlah yang seharusnya lebih diutamakan. Ini mau tidak mau mendidik siswa untuk lebih mementingkan hasil akhir dibanding proses situ sendiri.

Momentum Hardiknas ini sejatinya bukan hanya simbol yang dirayakan dengan upacara atau ritual lain. Namun yang lebih penting adalah Hardiknas sebagai momentum untuk merefleksikan pendidikan sekaligus perbaikan pendidikan. Semangat Hardiknas adalah semangat egaliter, semangat keberpihakan pada pendidikan yang bias di akses semua masyarakat, pendidikan yang tidak diskriminatif, serta pendidikan sebagai pembentuk karakter bangsa. Mudah – mudahan semua elemen pendidikan di Indonesia bisa bersama membawa pendidikan Indonesia jauh lebih baik dan manusiawi. Amin…

Selamat Hari Pendidikan Nasional

About sosmalik
Asli orang "purba", Purbalingga maksudnya. Sekarang mengajar sosiologi di SMANIK...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s