Pelajar dan Politik

Bertahun – tahun bangsa Indonesia melaksanakan proses politik yang namanya Pemilu. Namun tidak sedikit orang yang apatis dan tidak mau tau dengan hal ini. Politik belakangan menjadi sesuatu yang dianggap buruk, busuk, dan berbagai istilah lain yang menunjukan politik adalah hal yang tidak terpuji. Hal ini bisa dimaklumi karena media massa justru lebih sering menampilkan berita yang berkutat pada kasus korupsi yang dilakukan oleh para politisi dan pejabat. Ini membuat sebagian orang menjadi antipati terhadap politik. Orang seakan enggan untuk berbicara masalah politik, mahasiswa seolah haram diskusi politik, bahkan pelajar seakan tidak gaul kalau ngobrolin politik. Membicarakan politik dikalangan pelajar dianggap tidak lebih keren dan gaul dibanding membicarakan tentang fashion, gadget baru, atau film terbaru yang beredar di bioskop.

Nah…pertanyaanya “perlukan pelajar belajar politik”? mengapa pelajar harus melek politik?

Politik banyak dimaknai sebagai usaha untuk mendapatkan kekuasaan. Hal inilah yang seringkali difahami sebagai usaha dengan segala cara untuk mendapatkan kekuasaan termasuk dengan cara – cara yang tercela. Pengertian ini yang kemudian menjadikan orang enggan berhubungan dengan politik. Ini adalah pemahaman yang sangat keliru.

Aristoteles seorang filsuf Yunani mengatakan bahwa politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama. Nah… ini menunjukan bahwa politik sejatinya mulia. Politik sejatinya adalah usaha untuk mewujudkan kebaikan disegala bidang kehidupan. Oleh karenanya pemahaman tentang politik harus mulai kita pelajari.

Pelajar sebagai calon generasi penerus bangsa seharusnya mulai tanggap dengan politik. Pelajar sebagai generasi terdidik, generasi yang punya akses informasi yang lebih memadai, dan generasi yang kritis seharusnya bisa mulai belajar tentang politik. Karena dari politiklah semua kebijakan yang berkaitan dengan aspek kehidupan dibuat. Pelajar harus mulai memiliki kesadaran untuk menjadi manusia politik.

Belajar politik adalah belajar untuk berdemokrasi, belajar berpendapat, dan belajar untuk menghargai pendapat orang lain. Pelajar bisa belajar politik di sekolah maupun dari media informasi. Di sekolah pelajar dapat belajar berpolitik dengan adanya pemilihan ketua osis. Setiap pelajar atau siswa mempunyai hak untuk mencalonkan diri jadi ketua osis dan juga berhak memilih siapa yang menjadi ketua osis. Nah disitu siswa dituntut untuk menyalurkan aspirasi sekaligus menghargai aspirasi orang lain. Ini contoh belajar politik di sekolah. Selain itu bisa lewat media informasi baik media cetak, televisi, maupun internet.

Mengapa pelajar perlu melek politik?

Sebagai pelajar apa kalian benci dengan banyaknya koruptor? Benci dengan maraknya money politic (membeli suara rakyat dengan uang)? Sejatinya ini adalah lingkaran setan. Koruptor itu adalah mata rantai yang dimulai dari adalanya money politic yang dilakukan oleh calon pejabat yang ketika jadi kemudian mempunyai motivasi untuk mengembalikan modal yang digunakan untuk menyuap rakyat tadi. Nah ini akan berlangsung terus menerus jika tidak segera di akhiri. Kapan bisa mengakhiri itu?

Ya…pelajar sebagai generasi muda kritis lah yang bisa menjadi jawaban. Pelajar harus peduli dan sensistif terhadap politik. Pelajar tidak boleh apatis, cuek, dan masa bodoh dengan politik. Pelajar tidak boleh menutup mata terhadap politik. Pelajar tidak boleh buta dengan politik. karena ketika pelajar sebagai generasi muda penerus bangsa buta politik maka akan sangat merugikan. Generasi muda adalah generasi yang diharapkan berpartisipasi dalam politik yang bersih. Pelajar diharapkan jadi generasi yang bisa mengikir generasi tua yang bisa di suap. Bayangkan jika pelajar tidak mau berpartisipasi dalam politik bahkan sama politik saja anti dan apatis maka kemungkinan bahwa bangsa ini akan dikuasai oleh generasi korup yang suka menyuap rakyat akan terjadi.

Kenapa pelajar harus peka terhadap politik? karena dari politiklah semua akan dipengaruhi. Biaya sekolah dan kuliah kalian, harga sembako, harga bensin, nasib petani, upah buruh, gaji pegawai dan lainya, semuanya ditentukan oleh kebijakan politik. Jika semua orang buta politik maka yang berkuasa adalah orang yang punya uang untuk suap (money politic), tapi jika semua pelajar bisa peduli dan mau belajar politik serta jadi generasi yang anti suap (money politic) maka harapan bahwa wakil rakyat yang anti suap juga bisa terwujud. Maka belajarlah politik, bukan harus menjadi politisi tapi untuk menjadi generasi yang kritis apapun kelak profesimu. Jadilah pelajar yang melek politik, bukan buta politik.

Sebagai penutup ada tulisan dari seorang penyair jerman yang akan bisa membuat kalian berfikir seribu kali untuk apatis terhadap politik. Penyair itu pernah berkata :

“buta terburuk adalah buta politik. orang yang buta politik tak sadar bahwa biaya hidup, harga makanan, harga rumah, harga obat semuanya tergantung keputusan politik. Dia membanggakan sikap anti politiknya, membusungkan dada dan berkoar ‘Aku benci politik!’. sungguh bodoh dia, yang tak mengetahui bahwa karena dia tidak mau tahu politik, akibatnya adalah pelacuran, anak terlantar, perampokan, dan yang terburuk, korupsi dan perusahaan multinasional yang menguras kekayaan negeri.” ( Bertolt Brecht, penyair & dramawan Jerman: pernah di penjara karena menentang Nazi di Jerman)

About sosmalik
Asli orang "purba", Purbalingga maksudnya. Sekarang mengajar sosiologi di SMANIK...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s