Aktualisasi Pendidikan Kepramukaan

Seiring pelaksanaan Kurikulum 2013 di sekolah kluster. Sekolah diwajibkan menyelenggrakan ektrakurikuler wajib yaitu pendidikan kepramukaan. Hal ini berdasarkan Permendikbud Nomor 63 tahun 2015. Ekstrakurikuler wajib berarti ektrakurikuler tersebut wajib diikuti oleh seluruh peserta didik, kecuali karena hal – hal tertentu yang tidak memungkinkan peserta didik mengikutinya.

Banyak sekolah seringkali masih menerjemahkan pendidkan kepramukaan sebagai ektrakuriler pramuka, yang menggunakan seragam pramuka serta kegiatan yang berhubungan dengan pramuka, sehingga ada tekanan bagi peserta didik untuk selalu mengikuti dan menjadi anggota pramuka. Nah yang terjadi bagaimana???

Pengalalaman disekolah – sekolah trnyata terjadi fenomenamenarik. Setiap kali ada pengumuman bahwa ekstra pramukan dilaksanakan nada kecewa terlontar di wajah peserta didik. Bahkan ada saja peserta didik yang awalnya baik – baik saja, seketika merasa sakit ketika menjelang kegiatan pramuka. Jal berkebalikan ketika ada pengumuman bahwa kegiatan pramuka libur, maka sontak hampir semagian peserta didik berteriah “horeee”. Sepertinya pramuka menjadi momok yang menakutkan.

Nah mari kita lihat, pendidikan kepramukaan itu apa sih???

Berdasarkan permen nomer 63 tahun 2015, implementasi pendidikan kepramukaan nantinya berbeda dengan pramuka. Pendidikan Kepramukaan adalah proses pembentukan kepribadian, kecakapan hidup, dan akhlak mulia melalui penghayatan dan pengamalan nilai-nilai kepramukaan. Kegiatan Kepramukaan adalah salah satu kegiatan sebagai aplikasi dari konsep-konsep mata pelajaran. Nah desain induknya seperti ini :

G-1

G-2

Model pelaksanaannya:

  • Model Blok, merupakan kegiatan wajib dalam bentuk perkemahan yang dilaksanakan setahun sekali dan diberikan penilaian secara umum;
  • Model Reguler, merupakan kegiatan sukarela berbasis minat peserta didik yang dilaksanakan di Gugus D
  • Model Aktualisasi, merupakan kegiatan wajib dalam bentuk penerapan sikap dan keterampilan yang dipelajari di dalam kelas yang dilaksanakan dalam kegiatan Kepramukaan secara rutin, terjadwal, dan diberikan penilaian formal;

Karakteristik aktualisasi pendidikan kepramukaan

  • Dilaksanakan setiap satu minggu satu kali.
  • Dilaksanakan selama 120 menit.
  • Dikembangkan dari muatan-muatan pembelajaran yang terdapat dalam Kompetensi Dasar mata pelajaran.
  • Pembina kegiatan dilakukan oleh Guru Mata pelajaran selaku Pembina Pramuka dan/atau Pembina Pramuka serta dapat dibantu oleh Pembantu Pembina.
  • Pelaksanaan kegiatan dapat dilaksanakan bersamaan dengan kepramukaan model reguler.
  • Tidak diharuskan menggunakan seragam pramuka.

 Tujuan model aktualisasi kepramukaan

  • Pengenalan pendidikan kepramukaan yang menyenangkan dan menantang kepada seluruh peserta didik.
  • Media Aktualisasi Kompetensi Dasar mata pelajaran yang relevan dengan metode dan prinsip dasar kepramukaan.
  • Meningkatkan Kompetensi (nilai-nilai dan keterampilan) peserta didik yang sejalan dan sesuai dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, melalui: Aplikasi Tri Satya dan Dasa Darma bagi peserta didik

Nah intinya, pendidikan kepramukaan itu berbeda dengan pramuka. Pendidikan kepramukaan dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan linearisasi mata pelajaran dengan nilai kepramukaan di dalam SKU. Nah kemudian dicari titik singgungnya yang kemudian dijadikan rujukan untuk menjadi kompetensi kepramukaan.

About sosmalik
Asli orang "purba", Purbalingga maksudnya. Sekarang mengajar sosiologi di SMANIK...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s