Bisnis Ketakutan

Era kapitalisme seperti saat ini, semua bisa menjadi komoditas untuk mencari keuntungan. Banyak orang memanfaatkan sisi – sisi lain dari manusia untuk dijadikan lahan unjtuk mendapatkan profit yang sangat besar. Salah satu yang melekat pada diri manusia adalah rasa takut. Nah ketakutan yang ada disetiap diri manusia yang masing – masing mungkin berbeda tingkatanya ini, sangat menjanjikan untuk di manfaatkan. Kalian pernah lihat buku berjejeran di toko buku dengan tulisan darurat UN, cara agar lulus UN 100% ?c014bc2fcefbfde32da36013c8dee748 buku-seru-darurat-un-sma-ma-ips-2016-6024-1996835-1-zoom

Kira – kira ada ngga yang membeli buku tersebut? Kalau ada kira – kira alasanya apa?

Ya….jelas ketakutan dalam menghadapi Ujian Naisonal. Takut tidak lulus UN, takut nilai UN rendah. Nah perasaan takut inilah yang dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk meraih keuntungan yaitu dengan membuat buku atau membuat tempat les – lesan. Baik penerbit buku maupun lembaga bimbingan belajar sebisa mungkin mempertahankan dan melanggengkan rasa ketakutan yang melanda siswa, orang tua maupun guru. Tujuannya apa??? Yang agar dagangan mereka bisa laku keras.

Ketakutan – ketakutan yang sejatinya alamiah kemudian menjadi sesuatu yang bisa dibuat atau didesain.  Belakangan ini pun tak jauh berbeda, dimana ketakutan menjadi senjata para industri untuk memasarkan dagangannya. Lewat strategi marketig yang brilian, saat ini banyak orang takut untuk tidak punya sesuatu. Takut dianggap jadul, takut dianggal tidak fashionable, dan takut dikira miskin, serta banyak ketakutan – ketakutan yang lain. Akhirnya apa??? Ya akhirnya belanja menjadi solusi untuk mengatasi ketakutan. Ya…karena takut dianggap ngga modis maka belanja pakaian yang modis. Takut dibilang ngga up to date maka belanja gadget paling baru, takut di anggap susah maka belilah mobil. Sehingga kini, ketakutan menjadi komoditas yang bisa menguntungkan terutama bagi kaum kapitalis.

Bahkan ketakutan yang ada memalajui badan manusia pun tak luput dari kapitalisasi. Ya…penciptaan konsep cantik itu kurus, putih, tinggi, dan rambut lurus, jelas menciptakan ketakutan – ketakutan yang justru memang sengaja diciptakan untuk menciptakan pasar yang menjanjikan. Mereka menciptakan rasa takut orang akan rambut keriting, badan gemuk, kulit gelap, tubuh pendek, kemudian mereka memanfaatkan ketakutan itu dengan menciptakan produk kecantikan, seperti peluruh rambut, pelangsing tubuh, pemutih wajah, dan lain sebaginya. Jelas sekali bahwa ketakutan sungguh menjanjikan dalam menciptakan pasar bagi kaum kapitalis.

Akhirnya konsumsi menjadi tidak lagi di dasari oleh kebutuhan, melainkan oleh dorongan – dorongan rasa takut yang diciptakan. Kelihatanya roda ekonomi kita saat ini di dasari adanya ketakutan, istitahnya freakonomi. Aku takut, maka aku belanja!!!

About sosmalik
Asli orang "purba", Purbalingga maksudnya. Sekarang mengajar sosiologi di SMANIK...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s