Membangun Generasi Emas Tanpa Narkoba ( Materi PLS )

“Jika kalian ingin merusak sebuah bangsa, maka rusaklah generasi mudanya”. Demikian ucapan yang disampaikan oleh seorang tokoh. Sangatlah tepat sepertinya ucapan itu, karena generasi muda adalah generasi yang akan memimpin bangsa. Jika generasi muda rusak, maka bangsa ini akan dipimpin oleh generasi rusak, yang akhirnya juga akan merusak bangsanya.

Salah satu hal yang seringkali merusak generasi muda bangsa Indonesia adalah penyalahgunaan narkoba. Penyalahgunaan narkoba merupakan kejahatan yang sangat berbahaya. Pemerintah Indonesia bahkan menyebutkan bahwa penyalahgunaan narkoba dianggap sebagai “exstra ordinary crime” ( kejahatan luar biasa ) bersama korupsi dan terorisme. Penyalahgunaan Narkoba di Indonesia semakin hari semakin meningkat. Berdasarkan data dari BNN pada November 2015, jumlah pengguna narkoba di Indonesia sebanyak 5,6 juta jiwa, dan yang lebih mencengangkan adalah 5 % dari jumlah pengguna narkoba adalah pelajar. Hal ini sangat memperihatinkan, karena pelajar sejatinya adalah generasi penerus bangsa yang akan menjadi pilar kemajuan sebuah bangsa.

Apa sebenarnya narkoba itu?

Narkoba merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, dan bahan ( zat ) aditif lainya. Narkotika sendiri adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan. Yang termasuk jenis Narkotika antara lain ganja, opium, kokain, morfein dll. Sementara psikotropika merupakan zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku. Zat yang termasuk psikotropika antara lain: Ekstasi, Shabu-shabu, dsb. Bahan Adiktif berbahaya lainnya adalah bahan-bahan alamiah, semi sintetis maupun sintetis yang dapat dipakai sebagai pengganti morfina atau kokaina yang dapat mengganggu sistim syaraf pusat, seperti: minuman keras beralkohol dll.

Penyalahgunaan narkoba dikalangan remaja sering kali mengalami peningkatan pengggunaan. Tingkatan  penyalahgunaan biasanya dimulai dengan coba-coba, senang-senang, menggunakan pada saat atau keadaan tertentu, penyalahgunaan, dan pada tingkat tertentu mengalami ketergantungan atau kecanduan.

Apa dampak narkoba?

Pengggunaan narkoba menimbulkan dampak yang sangat berbahaya, baik fisik, sosial, maupun psikis. Dampak bagi fisik antara lain ; sakit kepala, mual, sulit tidur, gangguan pada sistem syaraf, gangguan pada jantung, tertular penyakit hepatitis dan hiv-aids, serta over dosis (kematian). Sementara dampak sosial dari penggunaan narkoba adalah menjadi antisosial dan acuh tak acuh, hubungan dengan keluarga menjadi tidak harmonis, dikucilkan masyarakat,pendidikan terganggu, masa depan suram. Yang terakhir adalah dampak psikis bagi pengguna narkoba antara lain: kerja menjadi lamban, sering gelisah, hilang kepercayaan diri, pengkhayal, penuh curiga, perasaan kesal dan tertekan, bisa menyakiti diri, bahkan sampai  bunuh diri.

Pelajar adalah generasi penerus bangsa, calon pemimpin bangsa yang akan menentukan arah bangsa selanjutnya. Maka, generasi muda terutam pelajar harus menjauhkan diri dari gangguan dan ancaman penyalahgunaan narkoba. Generasi muda atau pelajar yang saat berumur 14 – 18 tahun yang mayoritas masih duduk di bangku SMP dan SMA atau sederajat adalah sebuah generasi yang nantinya akan menjadi bagian penting ketika bangsa indonesia pada saat ulang tahun 100 tahun atau satu abad kemerdekaan Indonesia. Anak – anak yang saat ini duduk di bangku sekolah, pada tahun 2045 (tepat satu abad kemerdekaan Indonesia) mereka akan berada pada usia 40 – 50 tahun. Dimana pada usia itulah, usia emas manusia. Usia 40 – 50 tahuan adalah usia dimana manusia berada pada puncak produktivitasnya. Ya… pada usia itulah anak – anak yang sekarang masih berada di bangku sekolag SMP dan SMA akan mewarnai Indonesia. Oleh karena itu, ketika generasi muda saat ini diracuni dengan narkoba, apa jadinya bangsa Indonesia pada saat merayakan satu abad kemerdekaan indonesia??? Maka generasi saat ini, generasi emas yang diharapkan oleh bangsa Indonesia harus diselamatkan dari ancaman bahaya narkoba. Yang perlu diperhatikan adalah tentang ciri – ciri umum seseorang yang menggunakan narkoba sebagai berikut :

Ciri pengguna Ganja :

·         kantung Mata Bengkak.

·         Mata menjadi merah.

·         Bengong.

·         Susah berfikir.

·         Pendengaran berkurang.

·         Malas beraktifitas.

·         Mudah Marah,emosi tinggi.

·         Perasaan jadi gembira.

 

Ciri Pengguna Shabu (Stimulan)

·         Agresif

·         Begairah tidak mudah capek

·         Berkeringat walaupun di Ruang AC

·         Bicara terus di luar kesadaran.

·         bersemangat, gairah meningkat terus.

 

Ciri pengguna Heroin /Opium (Depresen) :

·         Sering menyendiri

·         Malas mandi.

·         badan selalu kedinginan.

·         Suka melamun

·         Mata Sayu.

·         Muka Pucat

·         Paranoit.

 

Ciri Pengguna Ekstasi :

·         Keberanian yang berlebihan.

·         Selalu riang.

·         percaya diri meningkat.

·         Bibir pecah

·         Muka pucat

·         Berkeringat banyak

 

Dari hal itu maka generasi muda – generasi emas bangsa harus selamat dari ancaman narkoba. Beberapa hal yang bisa dilakukan agar generasi muda terhindar dari bahaya narkoba antara lain :

  • Memberikan pendidikan yang baik serta memberikan sosialisasi bahaya narkoba
  • Menumbuhkan bakat minat generasi muda yang bervariasi, baik olahraga, seni, atau yang lainya agar tidak terjerumus narkoba
  • Menumbuhkan pemahaman keagamanaan yang emansipatoris, yang mampu menjadikan generasi muda menjadi generasi yang punya kepedulian dan empati. Sehingga tidak saja menjauhi narkoba, tapi mampu menjadi penolong bagi generasinya yang terjerumus.
  • Menumbuhkan lingkungan sekolah serta masyarakat yang bersih narkoba dengan menciptakan iklim kompetisi untuk berprestasi.
  • Menciptakan hubungan yang partisipatif didalam keluarga, sehingga tumbuh kedekatan emosional, tanpa ada ketertekanan.

Mari kita jadikan lembaga pendidikan kita, dimulai dari Masa orientasi Peserta Didik ( MOPD ) sampai pada akhirnya merayakan kelulusan sekolah, sebagai media untuk menumbuhkan generasi emas bangsa Indonesia, generasi yang akan menjadi kado 100 tahun kemerdekaan Indonesia. Kita patut berharap bahwa kelak pelajar yang saat ini duduk di bangku SD, SMP, dan SMA / SMK, akan menjadi pemimpin – pemimpin bangsa. Untuk itu satu kuncinya: Jauhkan dari Narkoba !!! Narkoba…NO !!!, Prestasi … Yes !!!

Sekian…

 

About sosmalik
Asli orang "purba", Purbalingga maksudnya. Sekarang mengajar sosiologi di SMANIK...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s