Mendudukan bisnis dalam ranah sosiologis

Berawal dari “Japri” di aplikasi Whats apps, Ilman Hakim si pemuda gundul yang mirip biksu shaolin yang sedang menuju ke barat mencari kitab suci, mengatakan ingin menitipkan tulisannya di blog ini boleh kah? Aku jawab boleh sekali, tapi tidak gratis karena ini blog lumayan hits. hahaha… Akhirnya setelah melihat tulisan ternyata tak ada judul, dan rupanya dia sengaja tak memberi judul dengan maksud katanya memberi “mell” pemilik blog dengan membrikan judul. Aku jawab, “mell” e kok kon gawe judul. Ini pemlekotoan bukan mell. Ya…tapi itulah si gundul rupanya sedang menilik bisnis dalam ranah sosiologis. lebih jelas, dibaca saja berikut ini. yuk…

Gerakan sosialisme di Inggris 1847, sedikit demi sedikit memperbaiki keadaan nasib kaum buruh dengan dituntutnya peraturan hukum yang akhirnya berhasil dengan efektif membatasi jam kerja 10 jam, Marx dan Engels menyebutnya dengan “the ten hours bill” (baca manifesto komunis).

Studi sejarah menunjukan bahwa mengambil keuntungan secara berlebih sebagai tujuan ekonomis memang berakibat kurang etis, karena memaksa pekerja/pegawainya bekerja melampaui batas maksimal jam kerja. Ini pelajaran penting tentang perlunya managemen yang inovatif dan etis.

Mari belajar bisnis dengan sosiologi. Sebagai pengusaha yang bergerak dibidang bisnis harusnya belajar pada sejarah diatas, agar dapat berbisnis dengan cantik dan tidak berkonfrontasi secara terbuka dengan apa yang menjadi elemen yang dibisniskanya. Semisal dengan kaum pekerjanya, dengan perkembangan zaman, dengan bahan baku, atau dengan jenis jasa yang hendak disediakan dan seterusnya. Inilah pentingnya pelajaran atau hikmah sejarah agar tidak terjadi kepahitan yang sudah dialami para pendahulunya

Tidak bisa disangkal, pertimbangan etis menjadi peranan penting dalam bisnis, yang kemudian menjadi catatan penting dalam etis adalah apa yang ditawarkan dalam ke-etis-an tersebut? Bukankah persoalan keindahan dan kenyamanan? Read more of this post

Advertisements

Alienisasi

Alienisasi atau dalam Bahasa Indonesia bisa diartikan menjadi proses menuju keterasingan, adalah teori yang dikeluarkan oleh Karl Marx tentang munculnya sebuah keadaan di mana buruh atau proletar mendapatkan sebuah keadaan yang terasing dari kehidupanya. Ia percaya bahwa Alienisasi adalah hasil dari eksploitasi Kapitalisme terhadap buruh dengan mengartikanya sebagai modal.

Konsep Keterasingan buatan Marx berasal dari fakta ekonomi yang ada di masanya. Hal ini tertulis dalam karyanya Das Kapital dan terbesit dalam karya-karyanya yang lain. Sebenarnya Marx sendiri mengurangi penggunaan kata alienisasi atau keterasingan dalam karya-karya di fase kedua hidupnya. Hal ini dikarenakan Marx tidak mau kata ini berkurang nilainya, sebagai akibat dari banyaknya para filsuf sejaman Marx yang menggunakan kata tersebut sebagai konsep mereka yang sebenarnya jauh dari yang dimaksud oleh Marx. Read more of this post

Hukum Tiga Jenjang Auguste Comte

comteAugust Comte dikenal sebagai bapak sosiologi. Dimana ia yang pertama kali menggunakan istilah sosiologi dalam dunia ilmu pengetahuan. Comte ini juga dikenal sebagai tokoh sosiologi yang beraliran positivisme. Bahwa menurutnya sosiologi atau ilmu sosial lainya untuk dapat dikatakan sebagai sebuah ilmpu pengetahuan yang ilmiah harus menggunakan metode – metode ilmu alam. Sehingga dia kemudia dikenal sebagai tokoh positivisme dalam ilmu sosial atau sosiologi. Dalam pandangan positivisme nya Comte kemudian berpendapat bahwa manusia itu mengalamai evolusi atau mengalami tahap kemajuan dalam berfikir. Nah comte itu kemudian merumuskan perkembangan manusia menjadi 3 tahap atau jenjang.

1. Tahap Teologis

Tahap ini merupakan periode terlama dalam sejarah. Karena awal mula pekembangan akal budi memakai gagasan keagamaan yang belum adanya penguasaan atas makhluk lain. Tahap inipun dibagi menjadi tiga periode :

a. Periode Fetisisme

Bentuk pemikiran masyarakat primitif kepercayaan atas roh-roh atau bangsa halus yang turut hidup bersama kita. Ini terlihat pada zaman purba dimana diadakan upacara penyembahan roh halus untuk meminta bantuan maupun perlindungan Read more of this post

MASYARAKAT MULTIKULTURAL

MASYARAKAT MULTIKULTURALI. PENGANTAR

Kehidupan di dunia ini, Tuhan telah menciptakan manusia dengan bentuk dan tipe yang tidak seragam. Dalam suatu ayat kitab suci agama juga menjelaskan bahwa Tuhan telah menciptakan manusia berbangsa-bangsa dan bersuku – suku. Artinya bahwa manusia ini sangat beragam, mulai dari suku, ras, sampai agama. Karena ketidaksamaan itulah maka perlu suatu konsepsi akan keberagaman itu, yang sering disebut sebagai masyarakat Multikultural.

II. PENGERTIAN MASYARAKAT MULTIKULTURAL
1. Furnivall
Masyarakat multikultural adalah suatu masyarakat yang terdiri dari dua atau lebih elemen yang hidup sendiri-sendiri tanpa ada pembauran satu sama lain di dalam suatu satu kesatuan politik.
2. Clifford Gertz
Masyarakat multikultural adalah merupakan masyarakat yang terbagi dalam sub-sub sistem yang kurang lebih berdiri sendiri dan masing-masing sub sistem terkait oleh ikatan-ikatan primordial.
3. Nasikun
Masyarakat multikultural adalah suatu masyarakat bersifat majemuk sejauh masyarakat tersebut secara setruktur memiliki sub-subkebudayaan yang bersifat deverseyang ditandai oleh kurang berkembangnya sistem nilai yang disepakati oleh seluruh anggota masyarakat dan juga sistem nilai dari satu-kesatuan sosial, serta seringnya muncul konflik-konflik sosial.
4. Kesimpulan saya
Masyarakat multikultural adalah suatu masyarakat yang teriri dari berbagai elemen, baik itu suku, ras, dll yang hidup dalam suatu kelompok masyrakat yang memiliki satu pemerintaha tetapi dalam masyarakat itu masig terdapat segmen- segmen yang tidak bisa disatukan. Read more of this post

Dinamika Kelompok Sosial

Yaitu suatu proses perkembangan dan perubahan akibat adanya interaksi dan interdependensi baik antar anggota kelompok maupun antara suatu kelompok dengan kelompok lain.

Faktor-faktor pendorong dinamika sosial :

A. Faktor dari luar (Extern)

1. Perubahan Sirkulasi Sosial
Disebabkan dari kemerdekaan wilayah, masuknya industrialisasi ke pertanian dan adanya temuan-temuan baru.

2. Perubahan Situasi Ekonomi
Dapat menyebabkan suatu kelompok sosial berkembang, misalnya masyarakat perkotaan. Kelompok kekerabatan akan bergeser menjadi hubungan sosial berdasarkan kepentingan sehingga kelompok kekerabatan yang termasuk klasifikasi ke kelompok primer berubah menjadi kelompok kepentingan yang termasuk klasifikasi kelompok sekunder. Read more of this post

KELOMPOK SOSIAL

Manusia secara naluriah atau secara kodrati adalah makhluk sosial. Artinya makhluk yang tidakbisa hidup sendirian dan perlu mendapat bantuan dari orang lain. Di era sekarang ini, tuntutan hidup serta kebutuhan hidup manusia tidak selalu dapat dicukupi sendirian. Ada hal – hal dalam kehidupan ini yang tidak bisa diselesaikan sendirian, oleh karenanya manusia butuh orang lain. Manusia butuh beberapa orang yang yang dapat bersama – sama menyelesaikan permasalahan hidup. Oleh karenanya muncul istilah kelompok.

Di bawah ini definisi kelompok sosial menurut beberapa tokoh:

  • Menurut Sorjono Soekanto

Kelompok sosial adalah himpunan atau kesatuan-kesatuan yang hidup bersama karena adanya hubungan di antara mereka secara timbal balik dan saling mempengaruhi.

  • Menurut Hendro Puspito

Kelompok sosial adalah suatu kumpulan nyata, teratur dan tetap dari individu-individu yang melaksanakan peran-perannya secara berkaitan guna mencapai tujuan bersama.

  • Menurut Paul B. Horton & Chaster L. Hunt

Kelompok sosial adalah suatu kumpulan manusia yang memiliki kesadaran akan keanggotaannya dan saling berinteraksi. Read more of this post

Mobilitas Sosial

Sebelum masuk materi. Anda pasti pernah melihat seseorang yang sering berolahraga bulutangkis? Seseorang yang tadinya hidup sederhana namun berkat kerajinannya dalam berlatih, ketika dia mengikuti sebuah kompetisi ternyata dia berhasil menjadi “Sang Juara” dengan mendapatkan berbagai hadiah seperti medali, uang 800 juta rupiah dan sebuah mobil mewah. Karena prestasinya itulah kini dia menjadi seorang Jutawan.

Nah inilah salah satu contoh dari mobilitas sosial (Social Mobility) yaitu proses keberhasilan ataupun kegagalan setiap orang dalam melakukan aktivitas sosialnya.

Mobilitas berasal dari kata mobilis, yang artinya mudah bermobilitas atau mudah dipindahkan. Mobilitas sosial adalah suatu mobilitas dalam struktur sosial, yaitu pola-pola tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial. Struktur sosial mencakup sifat-sifat hubungan  antara individu dalam kelompok dan hubungan antara individu dengan kelompoknya Read more of this post